Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Standar

Saat ini ada banyak perkembangan ilmu pengetahuan misalnya:

1. Bahan Bakar kendaraan bermotor yang menggunakan kotoran hewan
2. Kompor tenaga Surya
3. dll

1.  Bahan bakar kendaraan bermotor yang menggunakan kotoran hewan :

Di tengah permasalahan pro-kontra rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, muncul satu hal menarik yang masih terkait dengan isu bahan bakar untuk kendaraan bermotor, yaitu bahan bakar hasil olahan kotoran gajah. Bahan bakar minyak terkenal buruk bagi lingkungan karena besarnya kandungan polusi yang dibawa.
Dengan penggunaan kotoran binatang sebagai pengganti bahan bakar minyak, Greenpeace dan LSM lingkungan lain bisa lebih tenang dalam menghadapi isu pemanasan global. Adalah Kebun Binatang Denver yang terletak di Amerika Serikat yang menjadi inisiator bahan bakar unik ini. Para pekerjanya berhasil mengolah kotoran gajah menjadi bahan bakar untuk becak motor Thailand. Kamu mungkin merasa jijik mendengar kata “kotoran hewan”, apalagi kotoran yang digunakan adalah kotoran dari binatang yang berukuran besar. Namun, kotoran gajah tidak begitu saja dimasukkan ke dalam tangki bensin untuk kemudian dijadikan bahan bakar.
Kotoran gajah ini diolah terlebih dulu sehingga berubah menjadi gas.Gas inilah yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Jadi, pengendara becak motor tersebut tak bakal mengeluh karena bau menyengat kotoran gajah yang menjadi daya penggeraknya. Kebun binatang tersebut berencana untuk mengembangkan ide ini untuk keperluan industri. Mereka berharap bisa menggunakan kotoran hewan-hewan di sana untuk menyuplai 20 persen energy di kebun binatang tersebut.

2. Kompor tenaga Surya
Ada berbagai jenis kompor surya. Semuanya menggunakan panas dari cahaya Matahari untuk memasak makanan.
Beberapa prinsip dasar kompor surya adalah sebagai berikut:

1. Pemusatan cahaya Matahari. Beberapa perangkat, biasanya berupa cermin atau sejenis bahan metal/logam yang memantulkan cahaya, digunakan untuk memusatkan cahaya dan panas Matahari ke arah area memasak yang kecil, membuat energi lebih terkonsentrasi ke satu titik dan menghasilkan panas yang cukup untuk memasak.
2. Mengubah cahaya menjadi panas. Bagian dalam kompor surya dan panci, dari bahan apapun asal yang berwarna hitam, dapat meningkatkan efektivitas pengubahan cahaya menjadi panas. Panci berwarna hitam dapat menyerap hampir semua cahaya Matahari dan mengubahnya menjadi panas, secara mendasar meningkatkan efektivitas kerja kompor surya. Semakin baik kemampuan panci menghantarkan panas, semakin cepat kompor dan oven bekerja.
3. Memerangkap panas. Upaya mengisolasi udara di dalam kompor dari udara di luarnya akan menjadi penting. Penggunaan bahan yang keras dan bening seperti kantong plastik atau tutup panci berbahan kaca memungkinkan cahaya untuk masuk ke dalam panci. Setelah cahaya terserap dan berubah jadi panas, kantong plastik atau tutup berbahan gelas akan memerangkap panas di dalamnya seperti efek rumah kaca. Hal ini memungkinkan kompor untuk mencapai temperatur yang sama ketika hari dingin dan berangin seperti halnya ketika hari cerah dan panas.

Strategi memanaskan suatu barang dengan menggunakan tenaga Matahari menjadi kurang efektif jika hanya menggunakan salah satu prinsip tersebut di atas. Pada umumnya kompor surya menggunakan sedikitnya dua cara atau bahkan ketiga prinsip dasar kompor surya untuk menghasilkan temperatur yang cukup untuk memasak.

Terlepas dari kebutuhan akan adanya cahaya Matahari dan kebutuhan untuk menempatkan kompor surya pada posisi yang tepat sebelum menggunakannya, kompor ini tidak berbeda jauh dengan kompor konvensional. Namun demikian, salah satu kerugiannya adalah karena kompor surya umumnya mematangkan makanan pada saat hari panas, ketika orang-orang cenderung enggan memakan makanan yang panas. Bagaimanapun, penggunaan panci tebal yang lambat menghantarkan panas (seperti panci dari besi tuang/cor) dapat mengurangi kecepatan hilangnya panas dan dengan menggabungkannya dengan penggunaan pengisolasi panas, kompor dapat tetap menghangatkan makanan sampai malam hari.

Penutup kompor biasanya dapat dibuka untuk menempatkan panci ke dalamnya. Kotak kompor umumnya mempunyai satu atau lebih pemantul cahaya dari bahan kertas aluminium atau bahan reflektif lainnya untuk memantulkan lebih banyak cahaya ke bagian dalam kotak. Panci pemasak dan bagian dalam bawah kompor sebaiknya berwarna gelap atau hitam. Dinding bagian dalam kompor harus dapat memantulkan cahaya untuk mengurangi hilangnya panas dan mengarahkan pantulan cahaya ke arah panci dan dasar kompor yang berwarna gelap, yang bersentuhan langsung dengan panci.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s